Luruh Pada-Mu
Raga ini luruh lemah ke bumi
Saat hati akui betapa titik dosa ini
Lebihi jumlah bilangan usia hamba..
Kepala ini tersungkur
Merendahkan akal yang selama ini
hamba agungkan sebagai harta dunia..
Yang sebenarnya tak lebih
Dari gumpalan suatu biang kecongkakan..
Mata ini tak kuasa
Membendung tangis sesal
Atas noda dusta pada diri
Atas cinta Ilahi yang tak bersyarat
Atas Utusan Mulia yang Kau turunkan pada hamba
Atas ujub yang mewarnai hari..
Hati ini berikrar
Lisan ini bergetar
Niat ini mengekar
Laa Ilaa ha ilallah
Sungguh tiada Ilah selain Engkau
Yang mampu menghujam dosa hamba
Dengan kasih tak berbatas
Dengan hidayah berkelimpahan
dan janji akan surga ‘Adn-Mu..
Bandung, 2 December 2005.
Saat hati akui betapa titik dosa ini
Lebihi jumlah bilangan usia hamba..
Kepala ini tersungkur
Merendahkan akal yang selama ini
hamba agungkan sebagai harta dunia..
Yang sebenarnya tak lebih
Dari gumpalan suatu biang kecongkakan..
Mata ini tak kuasa
Membendung tangis sesal
Atas noda dusta pada diri
Atas cinta Ilahi yang tak bersyarat
Atas Utusan Mulia yang Kau turunkan pada hamba
Atas ujub yang mewarnai hari..
Hati ini berikrar
Lisan ini bergetar
Niat ini mengekar
Laa Ilaa ha ilallah
Sungguh tiada Ilah selain Engkau
Yang mampu menghujam dosa hamba
Dengan kasih tak berbatas
Dengan hidayah berkelimpahan
dan janji akan surga ‘Adn-Mu..
Bandung, 2 December 2005.
0 Komentar:
Post a Comment
<< Home